RadarJateng.com, Pendidikan – Seorang manusia dikatakan Anak Usia Dini apabila berada pada usia 0-6 tahun, hal itu tertuang pada UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sedangkan menurut para ahli Anak Usia Dini adalah yang berusia 0-8 tahun. Masa ini menjadi pondasi awal bagi kehidupan manusia, sehingga penting untuk diperhatikan seluruh pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak.
Apa saja perkembangan pada anak usia dini? Perkembangan yang terjadi pada anak usia dini meliputi: perkembangan norma agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional. Setiap individu akan berkembang sesuai dengan pengaruh yang didapatnya baik itu secara internal maupun eksternal. Dalam PERMENDIKBUD NO 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, menyatakan bahwa anak usai 4-5 tahun memiliki perkembangan kognitif diantaranya berpikir simbolik, yaitu: anak mampu membilang banyak benda 1-10, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan dan mengenal huruf.
Untuk itu penting dilakukan berbagai stimulasi yang dapat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Salah satunya adalah kemampuan kognitif anak yaitu kemampuan mengenal angka atau bilangan. Banyak cara untuk menstimulasi kemampuan tersebut, diantaranya adalah dengan benda konkrit atau dapat juga menggunakan alat permainan edukatif yang menarik bagi anak. Dunia anak adalah bermain, maka stimulasi meggunakan kegiatan bermain sambil belajar dapat meningkatkan kesenangan anak dan mengurangi rasa bosan. Salah satunya adalah dengan bermain puzzle.
Puzzle Stik Es Krim (PESEK) merupakan alat permainan edukatif bongkar pasang yang dapat dibuat sendiri oleh orang tua atau pendidik hanya dengan beberpa alat dan bahan yaitu: Stik Es Krim, Pensil untuk menggambar dan Spidol Warna. Puzzle Stik Es Krim terdiri dari kepingan gambar atau angka yang kemudian disusun menjadi gambar yang utuh. Dalam puzzle tersebut terdapat bilangan/angka, maka anak akan menyusun kembali puzzle yang berantakan menjadi kesatuan utuh sehingga anak pun akan belajar mengurutkan angka dan juga kemampuan memecahkan masalahnya dapat terstimulasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Aly Syukron Aziz Al Mubarok tentang kemampuan kognitif dalam mengurutkan angka melalui metode bermain puzzle angka, membuktikan bahwa metode puzzle angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengurutkan angka, selain itu kesiapan dan keaktifan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran juga meningkat.
Dapat dikatakan bahwa alat permainan edukatif berupa Puzzle Stik Es Krim ini selain murah dan mudah didapat juga bisa digunakan untuk mengasah kemampuan anak dalam memecahkan masalah, mengenal angka dengan cara yang menyenangkan, bahkan bermain puzzle juga dapat menstimulasi perkembangan motorik halus anak.
Penulis: Yuli Astuti, S.Pd. – TK Perwada Gedangan, Kal. Panjangrejo, Kap. Pundong, Kab. Bantul. Yogyakarta.